Tampilkan postingan dengan label Tugas Wajib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Wajib. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Juli 2014

Tugas Kewirausahaan

0 komentar
1.  Langkah-langkah penyediaan sumber daya manusia :


- Perekrutan karyawan
Penarikan tenaga kerja adalah langkah pertama di dalam menyediakan
sumber daya manusia bagi organisasi kewiraswastaan setiap kali
terdapat posisi yang kosong.
- Seleksi calon karyawan
Seleksi tenaga kerja adalah penyaringan awal dari calon sumber daya manusia yang tersedia untuk mengisi suatu posisi. Tujuannya adalah untuk memperkecil hingga jumlah yang relatif sedikit calon karyawan dari mana seseorang akhirnya akan disewa.
- Pelatihan karyawan
Pelatihan karyawan adalah keterampilan yang diajarkan pihak perusahaan kepada karyawannya.
- Penilaian hasil kerja
Penilaian tentang hasil kerja yang telah dilakukan oleh karyawannya, apakah sesuai dengan yang diharapkan atau belum.
Proses Seleksi Adalah pemilihan individu untuk disewa dari semua individu-individu yang telah direkrut :
Tahap-Tahap Proses Seleksi
• Penyaringan Pendahuluan dari rekaman, berkas data, dll
• Wawancara Pendahuluan
• Tes Kecerdasan (intelegence)
• Tes Bakat (Aptitude)
• Tes Kepribadian (Personality)
• Rujukan Prestasi (Performance References)
• Wawancara Dianostik
• Pemeriksaan Kesehatan
• Penilaian Pribadi
Dua alat yang sering digunakan untuk membantu proses seleksi adalah :
1. Ujian (testing)
sebagai penelitian kualitas sumber daya manusia yang relevan untuk menjalankan tugas atau jabatan yang tersedia.
Dibagi menjadi empat kategori :
- tes bakat (aptitude test), mengukur potensi individu untuk melaksanakan
beberapa tugas. Test bakat dibedakan dengan pengukuran kecerdasan umum sementara yang lainnya mengukur kemampuan khusus, seperti mekanial.
- tes pencapaian (achievement test), mengukur tingkat keterampilan atau
pengetahuan yang dimiliki oleh individu dalam bidang tertentu
dinamakan test pencapaian. Keterampilan dan pengetahuan ini mungkin
diperoleh melalui berbagai aktivitas pelatihan atau pengalaman nyata.
- tes minat vokasional (vocational interest test), berusaha mengukur minat individu di dalam melaksanakan berbagai jenis aktivitas dan diatur dengan asumsi bahwa orang-orang tertentu melaksanakan tugas dengan baik karena aktivitas pekerjaan tersebut menarik bagi mereka. Tujuan dasar dari tipe test ini adalah untuk membantu memilih individu-individu yang menemukan aspek tertentu dari posisi yang lowong adalah menarik.
- tes kepribadian (personality test), menguraikan dimensi kepribadian individu, seperti kematangan emosional, subyektivitas, atau obyektivitas.
2. Pusat Penilaian (assesment Center)
suatu program, dan bukannya tempat, dimana peserta tergabung dalam sejumlah individu dan kelompok latihan yang dibentuk untuk menstimulasi aktivitas-aktivitas penting pada tingkat dimana peserta berharap untuk bisa mencapai suatu tingkatan tertentu.

Pelatihan (Training)
Adalah proses pengembangan kualitas sumber daya manusia yang pada akhirnya akan membuat sumber daya tersebut menjadi lebih produktif dan, karenanya bisa menyumbang bagi pencapaian tujuan organisasional.
2.      Perencanaan organisasional mempunyai dua maksud: perlindungan dan kesepakatan (protective dan affirmative). Maksud protektif adalah meminimisasi resiko dengan mengurangi ketidak pastian disekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan menejerial yang berhubungan. Tujuan afirniatif adalah untuk meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional. Disamping itu, tujuan perencanaan adalah membentuk usaha terkoordinasi dalam organisasi. Tanpa adanya perencanaan biasanya disertai dengan tidak adanyakoordinasi dan timbulnya ketidak etisienan.

3.      Pengorganisasian yang sesuai dari sumber daya-sumber daya tersebut akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari penggunaannya. Henry Fayol telah mengembangkan enam belas garis pedoman umum yang bias digunakan ketika mengorgunisasi sumberdaya-sumber daya. Walaupun garis pedoman tersebut dipublikasikan di Inggris pada tahun 1949, garis pedoman tersebut masih merupakan saran yang bernilai bagi wirausahawan dewasa ini.  Berikut ini enam belas pedoman umum ketika mengorganisasi sumber daya-sumber daya:
1.       Menyiapkan dan melaksanakan rencana operasional secara bijaksana.
2.      Mengorganisasi faset kemanusiaan dan bahan sehingga konsisten dengan tujuan-tujuan, sumber daya-sumber daya, dan kebutuhan dari persoalan tersebut.
3.      Menetapkan wewenang tunggal, kompeten, enerjik, dan menuntun (struktur manajemen formal).
4.      Mengkoordinasi semua aktivitas-aktivitas dan usaha-usaha.
5.      Merumuskan keputusan yang jelas, berbeda, dan tepat.
6.      Menyusun bagi seleksi yang efisien sehingga tiap-tiap departemen dipimpin oleh seorang manajer yang kompeten, enerjik dan tiap-tiap keryawan ditempatkan pada tempat dimana dia bias menyumbangkan tenaganya secara maksimal.
7.      Mendefinisikan tugas-tugas.
8.      Mendorong inisiatif dan tanggung jawab.
9.      Memberikan balas jasa yang adil dan sesuai bagi jasa yang diberikan.
10.  Memfungsikan sanksi terhadap kesalahan dan kekeliruan.
11.  Mempertahankan disiplin.
12.  Menjamin bahwa kepentingan individu konsisten dengan kepentingan umum dari organisasi.
13.  Mengakui adanya satu komando.
14.  Mempromosikan koordinasi bahan dan kemanusiaan.
15.  Melernbagakan dan memberlakukan pengawasan.
16.  Menghindari adanya pengaturan, birokrasi (red tape) dan kertas kerja.
4.      Dalam menentukan pembagian tenaga kerja ada beberapa aspek yang mempengaruhi dari penentuan keuntungan dan kerugian pembagian tenaga kerja. Berikut ini akan dijelaskan beberapa aspek yang mempengaruhinya.
Keuntungan pembagian tenaga kerja:
- Pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu sehingga keterampilan dalam tugas tertentu meningkat,
-   Tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke tugas yang lain.
-  Pekerja memusatkan diri pada satu pekerjaan dan membuat pekerjaan lebih mudah dan efisien,dan
- Pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian tugas dan bukan proses keseluruhan produk.
Kerugian pembagian tenaga kerja:
-  Pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan variabel manusia, dan
-      Kerja yang terspesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan yang akan berakibat tingkat produksi menurun.
5. Chester Barnard menyebutkan akan makin banyak perintah manajer yang diterima dalam jangka panjang apabila terdapat hal-hal sebagai berikut:
1.      Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manager dan di kenal oleh seluruh organisasi.
2.  Tiap anggota organisasi telah menerima saluran komunikasi formal melalui dia menerima perintah.
3.      Lini komonikasi antara manager dan bawahan bersifat secara langsung.
4.      Rantai komando yang lengkapdi gunakan untuk mengeluarkan perintah.
5.      Manager memiliki keterampilan komunikasi yang memadai.
6.      Manager menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional.
7.      Suatu pemerintah secara otentik memang berasal dari manager.

Jumat, 04 Januari 2013

2 komentar
MENGANALISA SEBUAH ARTIKEL


bahasa gaul bikin mumet
Bahasa Gaul Bikin Mumetgatel juga nih tangan kalo kagak ngelus-ngelus keyboard.. padahal tugas juga belum selesai, kalo ketahuan udah gini terus asik-asikan ngeblog bisa kena semburan lapindo deh.. (ngomong apasih)

oya sobat, belakangan ini di negeri kita ini Indonesia tercinta bermunculan kata-kata yang ngebikin kuping gatel .. bahasa yang diadopsi mulai dari bahasa bencong, bahasa bayi, bahasa 4L4y = aLai ,  udah menjadi pelesetan
di dalam keseharian para ababil
(baca : ABG Labil)
pertama kali lihat tulisan [ cius.. miapah?? ]
aku cuma bisa jawab [ he'em ]
Kamus kata-kata Alay, ciyus, miapah, alay, kata alay, kamus alaysoalnya aku kagak ngerti maksutnya apaan yaak?!..
emang ada mieapa?? yang ada setahu saya tuh mie ayam , mie goreng, mie rebus
:DLangsung ajadeh.. kali aja ada yang mau belajar bahasa 4L4y, jadi aku sajikan menu 4Lay..


                    A

Akoh             = Aku
Amaca           = Ah masa
Alay               =  Anak Layangan / Anak Lebay (Jejemon : bahasa alay di filipina) , alay bisa berupa tulisan dan atau gaya (baca : poto), mereka ber-genre Alay dengan menggabungkan huruf, angka, dan simbol atau menyingkat kata secara berlebihan dalam gaya bahasa kaum Alay sering berbicara dengan gaya over
Ababil           = Anak BAru gede laBIL
Asolole         =  Karena aku yakin kalo yang ngucap ini pasti fans beratnya Trio Macan plus Sagita, jadi ga usah dijelasin yah maksud kata Asolole ini . kata Asolole tersebut dipopulerkan oleh Trio Meong *eh Trio Macan lewat lagu Iwak Peyek. sama seperti kata Kamseupay, arti dari kata Asolole ini juga masih menjadi misteri ilahi . Ada yang bilang kalo artinya Asik Lo Le, Asoy Lo Le
Abal-Abal    = palsu / untuk menjelaskan sesuatu yang tidak benar/rusak/tidak semestinya
Ajib               = kata ajib muncul ketika aku duduk di kelas 8 , yang terdengar hentakan tempo musik trance yang kalo didengar dengar teliti memang terdengar seperti “Ajib, ajib…. ajib, ajib….” Artinya Enak, Asyik, atau Klabing


                    B

Binun            = Bingung
Bully              = bully tuh kalo menurut google translate sih artinya INTIMIDASI
BT / BETE    =  Bokong Tepar   *eehh salah . yang bener Boring Total atau Boring Time



                    C

Ciyus              = Serius
Cemungudh  = Semangat
Cungguh        = Sungguh
Ca oong ciih  = Masa bohong sih
Cumi               = singkatan yang mengandung banyak arti [tergantung CUMI yang dipakai adalah singkatan dari apa]. kata ini populer di tahun 2008an, yang berkembang menjadi bahasa gaul anak-anak remaja untuk menjelaskan kondisinya saat ini.. seperti CUcah MIkir,  CUkup MIris, CUma MIScal, CUma MInjam, dan lain-lain......


                    E

Enelan           = Beneran
Envy               = envy menurut google translate *lagi* artinya adalah iri, iri di sini beda dengan jealous.

    contoh penggunaan kalimatnya :
    buat ngeksist di dunia twitter pasti sering baca ada yang post “aduh envy nih gue ngeliat dia punya gocekan baru” atau “envy banget gue ngeliat kakak gue punya kucing unyu”

Ember             = merupakan plesetan dari kata “Memang Begitu”



                    F


Fudul             = Kurang lebih artinya sama kayak stalking atau kepo. Digunakan buat menunjuk sifat orang yang want to know something sampe ngorek-ngorek informasi dari mana saja, termasuk jejaring sosial.


                    G

Gudnyus       = Good News
Garing          = Garing adalah nama seorang vokalis dari grup band yang lagunya menjadi OST Laskar Pelangi *itu GIRING . nah GARING di sini artinya JAYUS alias ga lucu tapi dipaksain buat terlihat lucu / melucu yang tidak kesampean

Gotcha          = "got" dan "you", namun anak sekarang lebih suka dengan mengucap "you" dengan kt ya/cha, maka jadilah GOTCHA. yang artinya kurang lebih...dapet lu/kena lu. contoh dalam percakapan :

    A. *maen petak umpet* GoTcHa!! , giliran lu yang jaga..
    B. ea (dibaca : iya)

Galau          = perasaan kacau gak karuan, resah, bimbang

                    H

Hoax          = Berarti berita palsu, diambil dari kata sama dalam bahasa Inggris yang berarti cerita bohong. Bisa juga di film Amerika berjudul The Hoax (2006) yang dianggap mengandung kebohongan. Awalnya cuma pengguna Internet di Amerika saja yang make istilah Hoax, tapi lama-lama kata ini menjadi dipake di seluruh dunia



                    J

Jancuk / Jancok / Juancuk  Djan Tjuk / Encuk = DJANji seTia Untuk.... / Fuck you – Shit atau an*ing (gak perlu dijelaskan, saya yakin kalian pasti tahu ahaha:D ) . ini bahasa kotor yang terkadang dibikin unik untuk persahabatan dalam penggunaan kalimat, misalnya :

    Djan Tjuk : Dalam kedaan dijajah, menjadi => DJANji seTia Untuk MERDEKA
    Jancok Dalam percakapan sehari-hari :

        B.Jawa        : "Jancok, pintune tutupna, nyamuk'e mlebu kabeh ie cok"
        B.Indonesia : "Jancok, pintunya tutupin dong, nyamuknya masuk semua nih"

      3. Jancok menggambarkan kemarahan seseorang dalam kata-kata :


        L : neng namanya capa neh????
        W: jancok, apa yang tadi lu bilang... pengen tau aja nama gw....!!
        L : gitu aja kok marah sih neng


Jayus              = sesuatu yang tidak lucu, tidak menarik menarik perhatian (melucu yang gagal), aneh
Jaim               = jaga image / takut malu




                    K

Kiyim           = Kirim
Kepo             =  (Knowing Every Particular Object) Artinya ya sama maknanya kayak mau tau aja. beberapa kasus orang kepo adalah orang yang serba ingin tahu, bisa jadi semacam kecanduan untuk tahu segala hal yang sepele dan itu bisa dia unggulkan orang tsb
hati-hati jika berhadapan dengan orang kepo, hal yang kamu sembunyikan tak lama kemudian akan muncul ke permukaan
contoh  Kurious in Every Particular Object
[ Kepo banget liat-liat profil orang ]

        A. heii kamu udah punya pacar belum??
        B. emang kenapa???
        A. gak.. gue tanya aja kalo udah siapa namanya?? jadian kapan?? rumahnya dimana?? anaknya siapa?? anak keberapa?? sekolahnya dimana?? kelas berapa??  tajir nggak?? ganteng gak tuh?? gantengan dia apa Justin bieber??... facebooknya apa?? twitternya apa?? alamatnya blognya apa?? kenalin donk beroo..!!
        B. ih KEPOOOO..... amat sih lo !!??
        C. *ikut nimbrung* pada ngomongin apa sih
        D.  *A&C Kepo*

     


Kece                  = Keren Cekali (penampilan good looking yang keren)
Kocai                 = kaya / tajir / berkelebihan / juragan (bahasa funky junkies kaum sinyo/awal 2000an)
Kamseupay iuh = KAMpungan SEkali Udik PAYah, ada juga yang bilang KAMpungan Sekali EUy PAYah, ada lagi yang bilang KAMpungan SEUkali PAYah
Koplak                = seperti gokil, tapi sedikit lebih negatif dan terkesan lebih goblok, biasanya karena orang melakukan kelalaian
Kool                    = sekilas cara membacanya sama dengan “cool” (keren), padahal kata ini merupakan singkatan dari KOalitas Orang Lowclass, yang artinya mirip dengan Alay
Krik                    =  menggambarkan kondisi yang sangat garing / tidak lucu. berasal dari adegan film-film kartun yang sering menampilkan suasana hening , dengan latar belakang suara jaaaaangkrik , saat menanggapi komentar/ucapan seseorang, penulis tinggal menulis kata “Krik-krik-krik-krik” berulang-ulang, menandakan bahwa penulis menganggap ucapan orang itu gak lucu banget.



                    L

Lahacia         = Rahasia
Lebay            = melebih-lebihkan sesuatu, diambil dari kata 'lebih' dengan logat keinggris-inggrisan pada huruf 'i' (dibaca 'ai') / overacting
Labil             = TIDAK STABIL konteksnya dalam sifat dan kelakuan.

                    M

Miapah          = Demi Apa
Masya           = Masak
Ma capah      = Sama Siapa
Maacih          = Makasih
Macama        = Sama-sama
Maho            = MAkhluk HOmo



                    P

Prikitiw        = aku ragu jelasinnya.. apa bakalan ada yang jawab buat jelasin arti prikitiw??
Peres            = Jangan bilang kalo kamu langsung terbayang mukanya jupe . Ga salah juga sih, toh nama dia kan Julia Peres.. tapi yang dimaksut peres disini artinya adalah palsu alias bohong
Pertamax     = PertamaX alias PERTAMA KALI


                 

                    R

Rempong             =  keadaan dimana seseorang selalu mengeluh tentang apa yang sudah, sedang, atau malah belum terjadi dalam hidupnya dan selalu memasalahkan segala hal bahkan hal sepele bisa menjadi besar. mungkin rempong tuh berasal dari kata Rumpi kali yah ?! Kalo Rumpi pasti tau dong apa artinya ?!



                    T

Tubil             = TUa laBIL


                   

Unyu            = berasal dari kata “Oh no”, yang sengaja diplesetin jadi Onyo biar terkesan lucu. Ada juga yang bilang kalo unyu berarti anak anjing dari bahasa Sansekerta


                  
                    W

Woles             = SLOW, dibalikin jadi WOLS dibaca WOLES. artinya nyantai aja, jangan buru-buru


                  


Gimana?? mumet gak??
ya.. itulah beberapa Kata-Kata atau Bahasa gaul yang aku kenal dan pernah aku dengar serta terucap dan mungkin bukan cuma aku saja yang pernah mendengar dan mengucap demikian, mungkin banyak orang dan mungkin saja lebih parah dari pada saya dalam sisi pengucapannya
kali aja ada yang mau nambahin.. bahasa gaul apa lagi di abad berikutnya..:D
Sumber Artikel : http://kreasiisengmiti.blogspot.com/2012/11/bahasa-gaul-bikin-mumet.html


KOMENTAR:  Dari artikel di atas bisa di  lihat bahwa penulis menggunakan bahasa sehari-hari dan menggunakan bahasa jejaring sosial, yang biasanya digunakan oleh anak mudan zaman sekarang dan sedang menjadi trend

ANALISA : Terlihat sekali sang penulis sangat mengerti bahasa gaul, dan sering menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari, yang biasanya berawal dari media jejaring sosial, dan di jelaskan pula oleh sang penulis macam-macam dari kata gaul yang biasanya di pakai dalam percakapan pada zaman sekarang. yang mengakibatkan bahasa indonesia menjadi rusak dan berubah arti dan penyebutan, baik dalam pengucapan dan penulisannya. sehingga bahasa indonesia semakin tergerus oleh zaman.

Selasa, 04 Desember 2012

2 komentar
PENGARUH BAHASA ASING DALAM PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA



LATAR BELAKANG

            Setiap negara mempunyai media komunikasi yang mana dapat memperlancar suatu hubungan antar individu. Alat komunikasi ini kita sebut bahasa
Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri. Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder. Arbitrer yaitu tidak adanya hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya.
         Bahasa Indonesia merupakan media komunikasi yang digunakan oleh rakyat Indonesia dalam berbahasa antar daerah. Bahasa Indonesia juga bisa disebut sebagai jati diri bangsa Indonesia itu sendiri. Bahasa Indonesia sudah dikenal dari anak-anak hingga dewasa karena merupakan suatu media yang menasional.
         Secara formal sampai saat ini bahasa Indonesia mempunyai empat kedudukan, yaitu sebagai bahasa persatuan, bahasa nasional, bahasa negara, dan bahasa resmi. Dalam perkembangannya lebih lanjut, bahasa Indonesia berhasil mendudukkan diri sebagai bahasa budaya dan bahasa ilmu. Keenam kedudukan ini mempunyai fungsi yang berbeda, walaupun dalam praktiknya dapat saja muncul secara bersama-sama dalam satu peristiwa, atau hanya muncul satu atau dua fungsi saja.
          Bahasa Indonesia dikenal secara luas sejak “Soempah Pemoeda”, 28 Oktober 1928, yang menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Pada saat itu para pemuda sepakat untuk mengangkat bahasa Melayu-Riau sebagai bahasa Indonesia. Para pemuda melihat bahwa bahasa Indonesialah yang berpotensi dapat mempersatukan bangsa Indonesia yang terdiri atas ratusan suku bangsa atau etnik. Pengangkatan status ini ternyata bukan hanya isapan jempol. Bahasa Indonesia bisa menjalankan fungsi sebagai pemersatu bangsa Indonesia. Dengan menggunakan bahasa Indonesia rasa kesatuan dan persatuan bangsa yang berbagai etnis terpupuk. Kehadiran bahasaIndonesia di tengah-tengah ratusan bahasa daerah tidak menimbulkan sentimen negatif bagi etnis yang menggunakannya. Sebaliknya, justru kehadiran bahasa Indonesia dianggap sebagai pelindung sentimen kedaerahan dan sebagai penengah ego kesukuan.
           Dalam hubungannya sebagai alat untuk menyatukan berbagai suku yang mempunyai latar belakang budaya dan bahasa masing-masing, bahasa Indonesia justru dapat menyerasikan hidup sebagai bangsa yang bersatu tanpa meinggalkan identitas kesukuan dan kesetiaan kepada nilai-nilai sosial budaya serta latar belakang bahasa etnik yang bersangkutan. Bahkan, lebih dari itu, dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan ini, kepentingan nasional diletakkan jauh di atas kepentingan daerah dan golongan.

PEMBAHASAN

        Bahasa Indonesia mempunyai ciri-ciri umum dan kaidah-kaidah  pokok tertentu yang membedakannya dengan bahasa-bahasa lainnya di dunia ini, baik bahasa asing maupun bahasa daerah. Dengan ciri-ciri umum dan kaidah-kaidah pokok ini pulalah dapat dibedakan mana bahasa Indonesia dan mana bahasa asing ataupun bahasa daerah. Oleh karena itu, ciri-ciri umum dan kaidah-kaidah pokok tersebut merupakan jati diri bahasa Indonesia. Ciri-ciri umum dan kaidah-kaidah pokok yang dimaksud adalah antara lain sebagai berikut;
a. Bahasa Indonesia tidak mengenal perubahan bentuk kata untuk menyatakan jenis kelamin. Kalau kita ingin menyatakan jenis kelamin, cukup diberikan kata ketarngan penunjuk jenis kelamin, misalnya:
- Untuk manusia dipergunakan kata laki-laki atau pria dan perempuan atau wanita.
- Untuk hewan dipergunakan kata jantan dan betina.
Dalam bahasa asing (misalnya bahasa Ingris, bahasa Arab, dan bahasa Sanskerta) untuk menyatakan jenis kelamin digunakan dengan cara perubahan bentuk.
Contoh:
Bahasa Inggris : lion – lioness, host – hostess, steward -stewardness.
Bahasa Arab : muslimi – muslimat, mukminin – mukminat, hadirin – hadirat
Bahasa Sanskerta : siswa – siswi, putera – puteri, dewa – dewi. .
          Dari ketiga bahasa tersebut yang diserap ke dalam bahasa Indonesia adalah beberapa kata yang berasal dari bahasa Arab dan bahasa Sanskerta; sedangkan perubahan bentuk dalam bahasa Inggris tidak pernah diserap ke dalam bahasa Indonesia. Penyerapan dari bahasa Arab dan bahasa Sanskerta pun dilakukan secara leksikal, bukan sistem perubahannya. Dengan demikian, dalam bahasa Arab, selain kata muslim, diserap juga kata muslimin dan muslimat; selain mukmin, diserap juga kata mukminin dan mukminat; selain hadir (yang bermakna ‘datang’, bukan ‘orang yang datang’), diserap juga kata hadirin dan hadirat. Dalam bahasa Sanskerta, selain dewa, diserap juga dewi; selain siswa diserap juga siswi. Karena sistem perubahan bentuk dari kedua bahasa tersebut tidak diserap ke dalam bahasa Indonesia.
         Dalam era globalisasi ini, jati diri bahasa Indonesia perlu dibina dan dimasyarakatkan oleh setiap warga negara Indonesia. Hal ini diperlukan agar bangsa Indonesia tidak terbawa arus oleh pengaruh dan budaya asing yang jelas-jelas tidak sesuai dan (bahkan) tidak cocok dengan bahasa dan budaya bangsa Indonesia. Pengaruh dari luar atau pengaruh asing ini sangat besar kemngkinannya terjadi pada era globalisasi ini. Batas antarnegara yang sudah tidak jelas dan tidak ada lagi, serta pengaruh alat komunikasi yang begitu canggih harus dihadapi dengan mempertahankan jati diri bangsa Indonesia, termasuk jati diri bahasa Indonesia.  hal ini semua menyangkut tentang kedisiplinan berbahasa nasional, yaitu pematuhan aturan-aturan yang berlaku dalam bahasa Indonesia dengan memperhatikan situasi dan kondisi pemakaiannya. Dengan kata lain, pemakai bahasa Indonesia yang berdisiplin adalah pemakai bahasa Indonesia yang patuh terhadap semua kaidah atau aturan pemakaian bahasa Indonesia yang sesuai dengan situasi dan kondisinya.
            Kedudukan Bahasa Inggris di Indonesia merupakan bahasa asing pertama. Kedudukan tersebut berbeda dengan bahasa kedua. Mustafa dalam hal ini menyatakan bahwa bahasa kedua adalah bahasa yang dipelajari anak setelah bahasa ibunya dengan ciri bahasa tersebut digunakan dalam lingkungan masyarakat sekitar. Sedangkan bahasa asing adalah bahasa negara lain yang tidak digunakan secara umum dalam interaksi sosial. Kedudukan Bahasa Inggris di Indonesia tersebut mengakibatkan jarang digunakannya Bahasa Inggris dalam interaksi sosial di lingkungan anak. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris karena pemerolehan bahasa asing bagi anak berbanding lurus dengan volume, frekuensi dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah-langkah Pencegahan Pergeseran Pemakaian bahasa Indonesia
a) Menjadikan Lembaga Pendidikan Sebagai Basis Pembinaan Bahasa
            Dunia pendidikan yang syarat pembelajaran dengan media bahasa menjadikan bahasa sebagai alat komunikasi yang primer. Sejalan dengan hal tersebut, bahasa baku merupakan simbol dalam dunia pendidikan dan cendekiawan. Penguasaan Bahasa Indonesia yang maksimal dapat dicapai jika fundasinya diletakkan dengan kokoh di rumah dan di sekolah mulai TK (Taman Kanak-kanak) sampai PT (Perguruan Tinggi). Akan tetapi, fundasi ini pada umumnya tidak tercapai. Di berbagai daerah, situasi kedwibahasaan merupakan kendala. Para guru kurang menguasai prinsip-prinsip perkembangan bahasa anak sehingga kurang mampu memberikan pelajaran bahasa Indonesia yang serasi dan efektif.
Bahasa baku sebagai simbol masyarakat akademis dapat dijadikan sarana pembinaan bahasa yang dilakukan oleh para pendidik. Para pakar kebahasaan, misalnya Keraf, 1979:19; Badudu, 1985:18; Kridalaksana, 1987:4-5; Sugono, 1994:8, Sabariyanto, 2001:3; Finoza, 2002:7; Alwi dkk., (eds.) 2003:5; serta Arifin dan Amran, 2004:20 memberikan batasan bahwa bahasa Indonesia baku merupakan ragam bahasa yang digunakan dalam dunia pendidikan berupa buku pelajaran, buku-buku ilmiah, dalam pertemuan resmi, administrasi negara, perundang-undangan, dan wacana teknis yang harus digunakan sesuai dengan kaidah bahasa yang meliputi kaidah fonologis, morfologis, sintaktis, kewacanaan, dan semantis.
Rusyana, 1984:152 menyatakan bahwa dalam membina masyarakat akademik, penggunaan bahasa yang tidak baik dan tidak benar akan menimbulkan masalah. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dianggap mempunyai peranan dalam menuju arah pembangunan masyarakat akademik idaman.
b) Perlunya Pemahaman Terhadap Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar
          Kurangnya pemahaman terhadap variasi pemakaian bahasa berimbas pada kesalahan penerapan berbahasa. Secara umum dan nyata perlu adanya kesesuaian antara bahasa yang dipakai dengan tempat berbahasa. Tolok ukur variasi pemakaian bahasa adalah bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan parameter situasi. Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan norma yang berlaku dan sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia (Sugono, 1994: 8).

1. Bahasa Indonesia yang Baik
        Bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku. Misalnya, dalam situasi santai dan akrab, seperti di warung kopi, pasar, di tempat arisan, dan di lapangan sepak bola hendaklah digunakan bahasa Indonesia yang tidak terlalu terikat pada patokan. Dalam situasi formal seperti kuliah, seminar, dan pidato kenegaraan hendaklah digunakan bahasa Indonesia yang resmi dan formal yang selalu memperhatikan norma bahasa.
2. Bahasa Indonesia yang Benar
        Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan aturan atau kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Kaidah bahasa itu meliputi kaidah ejaan, kaidah pembentukan kata, kaidah penyusunan kalimat, kaidah penyusunan paragraf, dan kaidah penataan penalaran. Jika kaidah ejaan digunakan dengan cermat, kaidah pembentukan kata ditaati secara konsisten, pemakaian bahasa dikatakan benar. Sebaliknya jika kaidah-kaidah bahasa kurang ditaati, pemakaian bahasa tersebut dianggap tidak benar atau tidak baku.
Hymes (1974) dalam Chaer (1994:63) mengatakan bahwa suatu komunikasi dengan menggunakan bahasa harus memperhatikan delapan unsur yang diakronimkan menjadi SPEAKING, yakni :
1) Setting and Scene, yaitu unsur yang berkenaan dengan tempat dan waktu terjadinya percakapan. Contohnya, percakapan yang terjadi di kantin sekolah pada waktu istirahat tentu berbeda dengan yang terjadi di kelas ketika pelajaran berlangsung.
2) Participants, yaitu orang- orang yang terlibat dalam percakapan. Contohnya, antara karyawan dengan pimpinan. Percakapan antara karyawan dan pimpinan ini tentu berbeda kalau partisipannya bukan karyawan dan pimpinan, melainkan antara karyawan dengan karyawan.
3) Ends, yaitu maksud dan hasil percakapan. Misalnya, seorang guru bertujuan menerangkan pelajaran bahasa Indonesia secara menarik, tetapi hasilnya sebaliknya, murid-murid bosan karena mereka tidak berminat dengan pelajaran bahasa.
4) Act Sequences, yaitu hal yang menunjuk pada bentuk dan isi percakapan. Misalnya dalam kalimat:
a. Act Sequences, yaitu hal yang menunjuk pada bentuk dan isi percakapan. Misalnya dalam kalimat:
b. Sinta berkata dalam hati, semoga dia diterima di perguruan tinggi negeri.
Perkataan “Semoga aku diterima di perguruan tinggi negeri” pada kalimat (a) adalah bentuk percakapan, sedangkan kalimat (b) adalah contoh isi percakapan.
5) Key, yaitu menunjuk pada cara atau semangat dalam melaksanakan percakapan.
6) Instrumentalities, yaitu yang menunjuk pada jalur percakapan apakah secara lisan atau bukan.
7) Norm, yaitu yang menunjuk pada norma perilaku peserta percakapan.
8) Genres, yaitu yang menunjuk pada kategori atau ragam bahasa yang digunakan.

 Pengaruh Penggunaan Bahasa Inggris Terhadap Bahasa Indonesia atau Bahasa Daerah.
      Pada masa sekarang ini, bahasa inggris sepertinya sangat diminati oleh masyarakat, bukan saja di Indonesia, tetapi juga di seluruh penjuru dunia. Karena saat ini adalah masa globalisasi, dan bahasa inggris adalah bahasa yang digunakan dalam bahasa internasional.
      Bahasa inggris juga dapat menghilangkan identitas bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dan juga bahasa kesatuan Republik Indonesia, sebagai alat pemersatu bangsa, yang sudah sedikit dilupakan oleh masyarakat Indonesia. Bahasa Indonesia sangat diperlukan dalam Negara kita. Kalau tidak ada bahasa Indonesia maka kita tidak dapat memproklamasikan kemerdekaan kita.
       Pengaruh yang ada telah membuat bahasa Indonesia terpinggirkan, bahkan di negaranya sendiri, di kalangan masyarakat dan pelajar. Masyarakat kita menyepelekan bahasa Indonesia dan mengagungkan bahasa-bahasa asing, seperti bahasa Inggris, Spanyol, Jepang, Arab, Perancis atau Mandarin. Keadaan yang begitu berlawanan dengan sejarah awal perkembangan bahasa Indonesia, saat para pemuda dan rakyat Indonesia dulu sangat menjunjung nilai-nilai kebangsaan dan budaya bangsa. Satu hal yang menjadi ironi lagi adalah bahwa kasus ketidaklulusan ujian nasional pelajar kita adalah karena menyepelekan pelajaran bahasa Indonesia yang menjadi salah satu mata pelajaran yang diujikan.
       Bahkan sekarang ini, orang-orang yang berkelas menengah atas pun sibuk untuk mencarikan anak-anaknya bimbingan bahasa inggris. Bagi pemerolehan bahasa anak dan juga pada pribadi anak yang menjadi tidak begitu mengenal bahasa Indonesia atau bahkan bahasa daerah sebagai bahasa yang ia kenal pertama kali dalam hidupnya. Seperti itulah sedikit gambaran bahasa inggris yang sekarang sudah lebih diutamakan.
       Namun ada juga pendapat lain dari responden, yaitu bahasa inggris tidak berpengaruh apa-apa dalam bahasa Indonesia, karena bahasa inggris memang bahasa internasional, menggunakan bahasa inggris seperti memang sudah tuntutan perkembangan jaman saat ini.

Dampak Bahasa Inggris Terhadap Sikap Nasionalisme Berbahasa Indonesia.
       Segala sesuatu pasti menimbulkan dampak positif dan negative, tidak terkecuali dengan judul yang penulis angkat yaitu pengaruh bahasa inggris terhadap sikap nasionalisme berbahasa Indonesia. Dari penyebaran angket, penulis dapat mengetahui dampak positif dan negative,dari keterangan penulis telah menganalisis seperti di bawah ini:
1.      Dampak positif:
Ø Dapat mengikuti perkembangan di dunia
       Karena bahasa inggris adalah bahasa internasioanal, maka kita dapat lebih mudah mengikuti perlembangan di dunia dengan dapat menggunakan bahasa inggris.
Ø  Perkembangan bahasa Indonesia yang akan mengikuti saluran perdangan internasioanal menjadi lancar.
2.      Dampak negative
v  Menggeser bahasa Indonesia jika orang-orang lebih mengutamakan bahasa inggris
            Saat ini masyarakat lebih banyak menggunakan bahasa inggris, terlebih lagi para pelajar lebih banyak ikut kursus bahasa inggris inggris dari pada bahasa Indonesia, maka dengan demikian bahasa Indonesia lama-kelamaan akan tergeser oleh bahasa inggris. 
     
Cara Supaya Sikap Nasionalisme Berbahasa Indonesia Tidak Berkurang
      Saat masyarakat lebih banyak menggunakan bahasa inggris, maka secara langsung uataupun tidak langsung sikap nasionalisme terhadap bahasa Indonesia/ bahasa daerah sedikit demi sedikit akan berkurang. Ada beberapa cara supaya sikap nasonalisme berbahasa Indonesia tidak berkurang  dari masyarakat Indonesia, dan para responden telah memberikan pendapatnya seperti yang ada di bawah ini;
 a. Tambahan untuk pelajaran bahasa indonesia
      Tambahan pelajaran untuk pelajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah akan membuat para siswa lebih dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Selain itu siswa juga lebih dapat menguasai bahasa Indonesia.
b. Pelajaran bahasa daerah dihidupkan kembali
      Pada saat ini, di sekolah-sekolah SMP DAN SMA sudah jarang sekali kita temui pelajaran bahasa daerah, atau mungkin juga sudah tidak ada pelajaran bahadsa daerah. Bahasa daerah sekarang hanya dipergunakan di Sekolah Dasar, itupun tidak semua Sekolah Dasar ada mata pelajaran bahasa daerah. Sehingga bahasa daerah sudah banyak digunakan.
c. Lebih mengutamakan bahasa Indonesia dari pada bahasa inggris.
      Masyarakat lebih mengutamakan bahasa Indonesia, lebih dapat menguasai bahasa pemersatu bangsa Indonesia, sebelum kita belajar bahasa asing, bahasa inggris. Sehingga bahasa Indonesia tetap menjadi yang no 1, yang utama bagi bangsa indonesia        
d. Lebih dapat mencintai bahasa Indonesia/bahasa daerah
     Bahasa Indonesia adalah bahasa yang telah diciptakan oleh para putra bangsa, dan telah disepakati oleh para pahlawan-pahlawan indonesia. Bangsa Indonesia harus lebih mencintai dan menghargai bahasa Indonesia. Walaupun belajar bahasa asing, namun nilai-nilai budaya bahasa Indonesia/bahasa daerah tidak boleh ditinggalkan

PENUTUP

 Kesimpulan
       Dengan masyarakat lebih mementingkan bahasa inggris, maka bahasa Indonesia atau bahasa daerah akan lebih dikesampingkan. Bahasa inggris berdampak positif dan negative terhadap bahasa Indonesia. Dampak positifnya, bangsa Indonesia dapat mengikuti perkembangan internasional dengan lancar. Dan dampak negatifnya, bahasa Indonesia sedikit demi sedikit akan tergeser dengan bahasa inggris. cara supaya sikap nasionalisme berbahasa Indonesia tidak berkurang yaitu dengan tambahan pelajaran untuk bahasa Indonesia dan bahasa daerah, lebih cinta terhadap bahasa Indonesia, dll
Saran
Seharusnya masyarakat lebih mencintai bahasa indonesia walaupun kita belajar bahasa asing, namun kita tidak melupakan nilai-nilai yang ada dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah. bahasa Indonesia dan bahasa daerah lebih diutamakan dalam pendidikan formal. Dan masyarakat tidak boleh mengenyampingkan bahasa daerah, Negara Indonesia mempunyai bermacam-macam bahasa daerah, dan itu yang memjadi ciri dari Negara Indonesia, dan dipersatukan oleh bahasa indonesia

DAFTAR PUSTAKA

http://safinaanajah.blogspot.com/2011/04/pengaruh-bahasa-asing-terhadap.html
http://odhepriyamona.wordpress.com/2009/10/20/bahasa-indonesia-dan-era-globalisasi/    
           

     

Advertisement

 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com